ADAT KONTROVERSIAL YANG MENGANDUNG ETIKA NORMATIF DAN DESKRIPTIF

1. MARONGGE – KAB. MAJALENGKA

Pernah dengar Pelet Marongge? Ilmu ini konon ampuhnya luar biasa. Siapa saja yang terkena pelet ini akan klepek-klepek. Tidak bisa pindah ke lain hati. Hanya cara mendapatkannya yang membuat berdesir bulu perindu. Harus berendam di sungai, melepas celana dalam untuk dilarung, dan itu dilakukan tengah malam.

Ini bermula dari kisah Mbah Gabug. Dia adalah manusia sakti. Kibasan lokean (selendang) yang berjuluk Cindewulung adalah kesaktian itu. Buah kukuk yang semula terbawa arus saja akhirnya kembali melawan arus dan loncat ke sebuah cadas yang berbentuk meja.

Hingga kini cadas itu dikenal sebagai Cadas Meja, terletak di kampung Parunggawul Desa Bonang, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Dari kejadian itu timbul ajian yang dikenal sebagai Si Kukuk Mudik. Ajian ini juga disebut sebagai ‘Pelet Marongge’ yang konon ampuh menambah daya tarik itu.

  • ETIKA NORMATIF : Pasal 295 KUHP Buku II Bab V tentang Tindak Pidana terhadap Ketertiban Umum.

2. TRADISI SUKU KOROWAI – PAPUA

Menurut tradisi Suku Korowai Papua, orang-orang yang wilayah suku yang telah melanggar adat akan mendapatkan hukuman yang mengerikan. Berdasarkan informasi dari beberapa berita, dilaporkan bahwa ada sebuah peristiwa mengerikan bahwa dua anak laki-laki sedang menyaksikan seorang ayah memakan daging putrinya sendiri yang masih berusia tiga tahun.

Ritual kanibalisme ini dilakukan dengan cara langsung memakan lehernya tanpa dimasak sekalipun. Usai memakan dagingnya, biasanya meminum darahnya juga. Menurut pendapat masyarakat setempat, ritual seperti itu kadang dilakukan bagi suku-suku Korowai yang masih mempertahankan adat tetua dahulu. Apabila sudah ada yang hidup di kota pada zaman modern seperti ini, maka ritual seperti ini tidak berlaku sama sekali.

  • ETIKA NORMATIF : Pasal 340 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan(moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”

3. IKIPALIN – PAPUA

Ikipalin merupakan tradisi Suku Dani yang berada di Papua yaitu dengan cara memotong jari mereka. Ritual pemotongan jari ini bertujuan sebagai wujud pengungkapan berkabung ketika salah satu sanak saudara atau keluarga ada yang meninggal dunia. Masyarakat suku setempat meyakini bahwa segala sesuatu yang sial dalam keluarga dikarenakan meninggalnya salah satu anggota keluarga atau sanak saudara.

Oleh karena itu, ritual ini dilaksanakan untuk menghindari adanya kesialan yang terjadi dalam sebuah keluarga. Namun, tradisi ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat suku setempat karena berkambangnya zaman sehingga kemungkinan hal ini dilakukan oleh para tetua saja tetapi tidak dilakukan bagi suku penerus generasi sekarang.

  • ETIKA DESKRIPTIF : Karna belum ada UU yang mengatur.

4. KUIL PAYUDARAH – JEPANG

Anda akan menemukan sebuah kuil payudara. Ya, disebut demikian karena memang seluruh kuil ini dihiasi oleh ornamen berbentuk payudara. Jika tak percaya datang saja ke Soja City di Jepang Okayama Perfecture. Kuil ini dalam bahasa Jepang diberi nama Mama Kannon atau Ryuuon Ji. Seperti dilansir dari laman Boldsky, penamaan ini didedikasikan untuk Chichigamisama, Dewi yang memiliki payudara indah. Kuil ini dibangun pada 1678 silam.

Tak terhitung berapa jumlah pajangan berbentuk payudara yang menghiasi dinding-dinding kuil. Pada pajangan payudara tersebut, pengunjung bisa menulis doa dan harapan yang disampaikan pada Dewi Chichigamisama. Penduduk setempat meyakini, berdoa kepada Dewi Payudara akan mempermudah proses persalinan mereka dan menghasilkan ASI yang banyak. Bahkan, tak sedikit pula perempuan yang berdoa agar dijauhkan atau disembuhkan dari penyakit kanker payudara yang diidapnya.

  • ETIKA NORMATIF : Ada undang undang yang melindungi Kuil tersebut bagi yang melarang Orang Beribadah di kuil tersebut akan terkena denda 100.000 yen atau penjara 1 tahun.

 

REFERENCE : 

  1. http://www.kebudayaanindonesia.com/2016/10/beberapa-ritual-yang-mengerikan-dan.html
  2. http://www.nasionalisme.co/kuasai-pelet-marongge-larung-celana/
  3. https://www.suara.com/lifestyle/2017/02/28/090127/wow-ada-kuil-payudara-di-jepang
  4. https://www.kompasiana.com/siagianbene/57cae2b40bb0bdb971401f4f/tindak-pidanapembunuhan
  5. berencana-dan-penjelasan-pasal-340-kuhp
  6. https://kumparan.com/@kumparannews/pasal-santet-masuk-di-rkuhp-dukun-bisa-dipidana-5-tah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *