PERVASIVE COMPUTING

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…

pada kesempatan kali ini saya sedikit sharing mengenai teknologo pervasive computing, sebelum ke intinya kita harus tahu apa arti dari Pervasive Computing itu sendiri? jadi Pervasive secara bahasa diartikan sebagai ‘meresap’. Intinya, pervasive computing merupakan keadaan di mana teknologi menjadi terintegrasi pada beragam objek dan aktivitas kehidupan manusia, sehingga kehadiran teknologi tersebut menjadi transparan, atau hampir tidak dapat dirasakan. Transparansi ini terjadi karena pervasive computing itu sendiri terdiri dari kumpulan benda yang sering digunakan, portabel, dan mudah digunakan.

Munculnya model komputasi yang pervasif ini sebenarnya merupakan perkembangan dari paradigma desktop-model computing yang sedikit demi sedikit kian pudar dan beralih ke mobile computing. Perkembangan teknologi seperti rekayasa prosesor, desain portabilitas perangkat, teknologi telekomunikasi, ini sangat berperan membentuk lingkungan yang pervasif tersebut.

Banyak sekali contoh pemanfaatan teknologi berbasis pervasive computing, di antaranya seperti skenario berikut:

  • Ketika seseorang memasuki ruangan, maka sistem komputer dalam ruangan tersebut akan mendeteksi suhu ruangan dengan sensornya, dan menyalakan AC dengan menyesuaikan temperatur dengan kebiasaan orang tersebut.
  • Ketika kita masuk rumah, tidak perlu lagi membawa kunci karena rumah akan tahu dengan sendirinya kita akan masuk dan akan membuka kunci.
  • Ketika kita tidak yakin bagaimana caranya untuk pergi ke suatu tempat, kita akan diberitahukan tidak hanya bagaimana caranya kesana tapi juga jalan tercepat menuju kesana.
  • Ketika kita berbelanja ke toko, kita hanya perlu membawa sebuah ponsel yang menyimpan semua informasi seperti data diri, informasi kartu kredit, dan informasi lainnya yang memungkinkan untuk bertransaksi dengannya.

Pada dasarnya pervasive computing ditujukan untuk melibatkan teknologi komputasi dalam berbagai aktivitas manusia dalam kehidupannya sehingga memberikan kenyamanan penggunaan teknologi dalam pekerjaan manusia. Dengan adanya model komputasi tersebut, model interaksi manusia-komputer konvensional diharapkan akan berubah dengan memungkinkan interaksi yang lebih alami seperti melalui ucapan, sentuhan, pola gerakan, dan sebagainya.

Berdasarkan definisi dan tujuan pervasive computing, maka setidaknya peralatan yang akan mengadopsi model komputasi tersebut didukung kemampuan seperti:

  • Wireless broadband accesibility (Kemampuan akses secara broadband dan nirkabel) Kemampuan konektivitas perangkat secara nirkabel pada jaringan luas memegang peranan penting untuk terciptanya lingkungan komputasi pervasif, sehingga komputasi bisa dilakukan di mana-mana.
  • Mampu membaca keadaan pengguna dan memberikan respon yang tepat, Perangkat harus bersifat ‘tanggap’, atau dalam istilah asing dikenal dengan ‘context aware’. Artinya, perangkat mampu membaca kondisi pengguna, menggunakan seluruh informasi yang tersedia, mengolahnya, dan memberikan respon yang tpat untuk kondisi pengguna tersebut. Dengan demikian, keaktifan bukan berada pada sisi pengguna sebagaimana komputasi konvensional, tetapi keaktifan berada pada sisi komputer.
  • Komputasi yang invisible.
    Sebagaimana maksud dari pervasive computing untuk menjadikan teknologi yang meresap dalam kehidupan, maka perlu adanya invisibilitas komputasi. Hal ini berarti pengguna tidak menyadari bahwa sebenarnya dalam aktifitasnya ia sedang berhadapan dengan komputer dan di sana terjadi proses komputasi.
  • Naturalness User Interface
    Maksudnya adalah kemampuan sistem komputer untuk menyediakan interface komunikasi dengan manusia yang lebih alami, seperti dengan informasi suara, sentuhan, deteksi gerakan, dan yang semacamnya.

 

Referensi:

  • Husni ,Emir. Pervasive Computing: Terintegrasinya Teknologi Informasi dan Komunikasi ke Dalam Kehidupan Sehari-Hari. (http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/01/13/pervasive-computing-terintegrasinya-teknologi-informasi-dan-komunikasi-ke-dalam-kehidupan-sehari-hari/)
  • Widowati, Retno ,dkk. Pervasive Computing. (http://ilmukomputer.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *