KODE ETIK PROFESI JUNIOR ENGINEERING

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…

pada kesempatan kali ini saya akan berupaya untuk memberikan sebuah wejangan informasi mengenai kode etik profesi seorang junior engineering atau teknisi muda. oke simak penjelasan berikut.

  • Pengertian Kode Etik

merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak tegas dalam kategori norma hukum yang didasari kesusilaan.

Kode etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku dan berbudaya. Tujuan kode etik agar profesionalisme memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

  • Prinsip-prinsip Kode Etik

Seseorang perlu memiliki dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam menjalankan profesi. Berikut adalah prinsip-prinsip dari kode etik, yaitu:

  1.  Prinsip Tanggung Jawab. Seorang yang memiliki profesi harus mampu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari profesi tersebut, khususnya bagi orang-orang di sekitarnya.
  2.   Prinsip Keadilan. Prinsip ini menuntut agar seseorang mampu menjalankan profesinya tanpa merugikan orang lain, khususnya orang yang berkaitan dengan profesi tersebut.
  3. Prinsip Otonomi. Prinsip ini didasari dari kebutuhan seorang profesional untuk diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menjalankan profesinya.
  4. Prinsip Integritas Moral. Seorang profesional juga dituntut untuk memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya dan masyarakat.
  • Fungsi Kode Etik

Kode etik memiliki beberapa fungsi. Berikut adalah fungsi dari adanya kode etik, yaitu:

  1. Memberikan pedoman bagi anggota mengenai prinsip profesionalitas, yakni apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
  2. Menjadi sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang dia kerjakan. Kontrol sosial yang dimaksud adalah suatu pengetahuan kepada masyarakat agar mengerti arti penting profesi sehingga bisa mengontrol pelaksana di lapangan kerja.
  3. Mencegah campur tangan pihak luar organisasi pekerjaan tersebut mengenai hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Pelaksan profesi tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di perusahaan lainnya.
  • Kode Etik Profesi Engineering

Engineer adalah sebagai sebuah profesi dimana pengetahuan matematika dan sains dieterapkan secara berhati-hati dan penuh pertimbangan untuk memanfaatkan secara ekonomis bahan-bahan dan kemampuan alam demi keuntungan manusia (ABET). Engineer berkutat dengan pembuatan berbagai struktur, alat, dan sistem untuk dimanfaatkan manusia.

Ciri-ciri profesi engineer yaitu:

  1. Memenuhi kebutuhan yang sangat penting dan bermanfaat.
  2.  Menuntut kehati-hatian dan pertimbangan, tidak tergantung pada standarisasi.
  3. Melibatkan jenis kegiatan yang membutuhkan tingkat intelektualitas yang tinggi dan membutuhkan pengetahuan dan keahlian yang biasanya tidak dimiliki oleh orang kebanyakan.
  4. Memiliki esadaran kelompok untuk mempromosikan pengethuan dan tujuan-tujuan profesional dan untuk memberikan pelayanan sosial.
  5. Memiliki status hukum dan memerlukan standar penerimaan yang diformulasikan dengan baik.

Adapun nilai-nilai kode etik engineering yang harus dipegang oleh seorang engineering adalah sebagai berikut:

  1.  Engineering harus mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan umum.
  2.  Engineering hanya boleh memberikan pelayanan dalam bidang kompetensinya.
  3. Engineering dalam mengeluarkan pernyataan pada public harus dengan cara yang obyektif dan benar.
  4. Bertanggung jawab.
  5. Memperlakukan klien dengan hubungan yang saling percaya.
  • Fungsi Kode Etik Engineering:
  1.  Kode etik Engineering memberikan pedoman bagi setiap anggota Engineering tentang prinsip Engineeringonalitas yang digariskan. Kode etik Engineering merupakan saranakontrol sosial bagi masyarakat atas Engineering yang bersangkutan.
  2. Kode etik Engineering mencegah campur tangan pihak diluar organisasi Engineering tentang hubungan etika dalam keanggotaan Engineering.  Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana Engineering pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan Engineering di lain instansi atau perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *